English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Monday, 31 December 2012

19 (Late Post)

19
Bukan lagi usia muda,juga bukan usia tua
Usia simana seorang remaja sedang berusaha mencari jatidirinya
Usia "ababil" kata sebagian orang

Tanggal 14 kemarin saya genap berusia 19 tahun,rasanya seperti baru kemarin saya mendaftar masuk SMA,menikmati indahnya masa putih abu-abu dan sekarang saya sudah berstatus mahasiswa..Rasanya waktu begitu cepat berlalu.Dan ulangtahun saya tahun ini terasa begitu berbeda,terasa lebih sederhana daripada tahun-tahun yang lalu,mungkin karena perubahan pola pikir seiring bertambahnya usia dan jenjang pendidikan.

Tahun ini saya hanya merayakan ulang tahun dengan mentraktir beberapa temen kampus makan siang setelah mengumpulkan ujian dan mereka memberi saya beberapa hadiah yang menarik,karena mereka sudah tahu selera saya sebelumnya.
Ini kado dari teman kampus,yang kotak kecil isinya anting hello kitty ;)
Malamnya seperti biasa saya ikut kelompok doa di gereja,setelah selesai,saya pamit sebentar ke toilet,dan begitu saya kembali ke ruang doa,teman-teman sudah siap dengan kue dan lilin serta mematikan lampu ruang.Saya begitu kaget nggak tau mesti ngomong apa walopun kuenya kecil tapi cukup berkesan :)
ini Roti hadiah dari temen-temen gereja :)


Terimakasih teman-teman buat semuanya,berharap saya akan semakin dewasa  pada tahun-tahun mendatang :)




Thursday, 6 December 2012

Almost

Sebentar saja....
aku ingin lari
Melepaskan semua penat
God,hold my hand
Give me spirit and strenghen me when i say give up..

Tak terasa hampir satu semester saya lewati,merasakan sibuknya dunia kampus yang sungguh amat sangat berbeda.Dunia yang sedang saya jalani ini menuntut kerja keras dan pemikiran dewasa..
Saya akui saya masih labil dan belum bisa dewasa,sya selalu mencoba dan terus berusaha menjadi lebih dewasa seiring dengan pertambahan usia..

Bukan pekerjaan mudah,seringkali saya jatuh dan jatuh,rasanya seakan saya tak mampu melewati ini semua dan hampir menyerah melakoninya.Tapi teringat akan mama dan papa,serta teman-teman yang selalu memberi motivasi saaya untuk terus maju hal itu menjadikan saya bertahan....

Sebentar lagi UAS akan tiba dan deadlin dibutuhkan ee tugas masih menumpuk di depan mata,sungguh berat rasanya,Tapi saya percaya Tuhan ada disamping saya dan selalu menuntun saya buat melewati semua ini...